Muhammad Kasuba

Menuju Kebersamaan Yang Adil: Refleksi Pemikiran Bupati Halmahera Selatan

Jihad Melawan Kemiskinan

Tahun 2008 ini masa bakti saya sebagai Bupati Halmahera Selatan telah 3 tahun lamanya berlangsung. Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah gulirkan selama 3 tahun terakhir ini. Pada waktu melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan di Halmahera Selatan saya bertemu dengan konsep lingkaran kemiskinan yang memberikan gambaran bahwa akibat kondisi miskin yang [...]

BUMDes Untuk Membentuk Tata Niaga Hasil Bumi Yang Adil Di Desa

Pembangunan ekonomi Halmahera Selatan adalah salah satu program pembangunan yang saya tetapkan sebagai program prioritas pemerintahan saya. Dan ketika bicara tentang ekonomi Halsel, sudah seharusnyalah dimulai dengan diskusi pembangunan ekonomi desa, karena Kabupaten Halmahera Selatan adalah kabupaten yang terdiri dari 249 desa yang 95%-nya adalah desa-desa pesisir tepi pantai. Dari statistik kita bisa melihat bahwa komponen terbesar Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Halsel berasal dari sektor pertanian yaitu sebesar 40,8% dari total Rp 439,618 milyar (sumber: BPS Maluku Utara tahun 2005). Sektor pertanian dalam statistik BPS adalah gabungan dari sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan. Dari kelima sub-sektor tersebut kehutanan masih menjadi sumber PDRB terbesar bagi Halmahera Selatan, tetapi saya melihat bahwa sektor ini merupakan sektor yang membutuhkan kekuatan modal para pemainnya, dan bukanlah sektor yang berbasis masyarakat desa. Maka, sektor perkebunan kemudian menjadi sektor yang patut dikembangkan menjadi sektor unggulan Halsel karena masyarakat desa bisa berperan lebih aktif mengembangkannya.