Muhammad Kasuba

Menuju Kebersamaan Yang Adil: Refleksi Pemikiran Bupati Halmahera Selatan

Jihad Melawan Kemiskinan

Posted on | December 13, 2008 | 31 Comments

Tahun 2008 ini masa bakti saya sebagai Bupati Halmahera Selatan telah 3 tahun lamanya berlangsung. Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah gulirkan selama 3 tahun terakhir ini.

Pada waktu melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan di Halmahera Selatan saya bertemu dengan konsep lingkaran kemiskinan yang memberikan gambaran bahwa akibat kondisi miskin yang dialami seseorang, dia memiliki kesulitan untuk mengakses pendidikan, kesehatan dan modal usaha, sehingga dia akan terus berada dalam kondisi kemiskinan.


Detilnya adalah sebagai berikut: ketika seseorang miskin, maka dia akan berpendapatan kecil, yang membuat daya beli pendidikan dan informasinya rendah, sehingga dia hanya memiliki pendidikan yang rendah dan tidak memiliki produktifitas yang tinggi. Hal ini mengakibatkan dia terus menjadi miskin. Di sisi lain, keadaan miskin mengakibatkan konsumsinya rendah, membuat dia berstatus gizi rendah dan kesehatannya menjadi rendah serta kinerja yang rendah dan membuat dia tidak beranjak dari kemiskinan. Ketika dia ingin berusaha, maka kemiskinannya membuat dia hanya sedikit memiliki tabungan, yang artinya modal usahanya rendah dan tidak dapat berproduksi tinggi, sehingga pendapatannya tetap rendah dan dia terjatuh lagi dalam kemiskinan. Karena kondisi tersebut, maka usahanya untuk keluar dari kemiskinan harus difasilitasi oleh pihak luar, yaitu pemerintah dan unsur-unsur masyarakat yang lain.

Saya kemudian melihat apa yang telah digulirkan di Halmahera Selatan. 75,8% KK di Halmahera Selatan disebut statistik sebagai Keluarga Pra-Sejahtera, kata lain bagi keluarga miskin. Tanpa melebih-lebihkan, saya merasa bahwa kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis setidaknya berkontribusi dalam memutus lingkaran kemiskinan di dua sisi yang saya sebutkan di atas. Dengan pendidikan gratis keluarga miskin bisa menyekolahkan anak-anaknya paling tidak sampai ke tingkat SMA, dan insya Allah sampai ke tingkat perguruan tinggi, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang berpendapatan lebih tinggi daripada orang tuanya. Kesehatan gratis membantu kaum papa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama seperti orang kaya, sehingga bisa meningkatkan kinerjanya dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik.

Satu hal yang saya lihat belum terwakili dengan baik adalah pemutusan lingkaran kemiskinan pada sektor permodalan usaha masyarakat kecil. Alokasi Dana Desa (ADD) kalau dilihat hasilnya, sebetulnya berperan dalam mendorong bergeraknya ekonomi pedesaan, yang menjadi tempat tinggal sebagian besar masyarakat miskin Halmahera Selatan. Tetapi saya melihat perlu adanya kebijakan lain untuk mem-fasilitasi masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan karena kekurangan modal usaha ini. Karena itu pada tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berkomitmen untuk memberikan akses modal kepada masyarakat di seluruh Halmahera Selatan dengan menyalurkan modal sebesar Rp 30 milyar melalui Lembaga-lembaga Keuangan Mikro (LKM) di 30 kecamatan, sehingga ada dana sebesar Rp 1 milyar yang dapat diakses masyarakat di tiap kecamatan. Dana ini, ditambah dengan ADD sekitar Rp 40 milyar dan dana PNPM Mandiri sebesar lebih kurang Rp 54 milyar, insya Allah akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memutus lingkaran kemiskinan karena kekurangan modal.

Saya meyakini bahwa jika ketiga kebijakan di sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi tersebut berjalan dengan baik dan berkelanjutan, maka Halmahera Selatan insya Allah akan memiliki SDM yang baik dan masyarakat yang sejahtera dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Saya berkomitmen untuk merealisasikan seluruh kebijakan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menganggap ini adalah jihad yang saya lakukan untuk melawan kemiskinan. Dan saya mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk berpartisipasi dalam jihad ini, sehingga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa memberkahi bumi Halmahera Selatan dengan kemakmuran dan kesejahteraan.

Labuha, 12 Desember 2008

Muhammad Kasuba

Comments

31 Responses to “Jihad Melawan Kemiskinan”

  1. mrsaleems
    December 14th, 2008 @ 11:52 pm

    Kemiskinan adalh musuh kita bersama, Semua negara di dunia bersepakat untuk melawannya sebagaimana yang tercantum dalam tujuan Pembangunan Millenium (MDGs), sehingga tidaklah mengherankan kalo yang mendapatkan Nobel Perdamaianpun beberapa waktu yang lalu adalah seorang pe-Jihad Kemiskinan (Muhammad Yunus).
    Demikian juga tujuan pembangunan adalah bagaimana menjadi rakyat untuk hidup lebih baik, aman, damai,adil dan sejahtera.
    Apa yang Bapak lakukan melalui kebijakan-kebijakan yang bersentuhan dengan kemiskinan serta masyarakat perdesaan, saya anggap ini sebuah hal yang luar biasa, karena sangat sedikit para pemimpin yang dapat berpikir seperti Bapak, bukan saya memuji tapi di maluku Utara Bapak lah yang pertama melakukan ini.
    Pendidikan Gratis,
    kesehatan Gratis,
    ADD,
    Dana UKM dll yang kesemuanya dalam rangka untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

    Dalam perjalanannya masih terdapat sedikit permasalahan yang perlu di evaluasi demi perbaikan kedepan.
    Menurut saya kebijakan Bapak yang sangat luar biasa ini belum diimbangi dengan kemampuan Kabinet yang ada dalam mendukung tercapainya visi Bapak.
    Hal ini terlihat dengan:
    1. sering munculnya konflik di masyarakat
    2. Penyiapan teknis pelaksanaan masih terkesan belum optimal.
    3. Kemampuan Pemerintahan Desa dalam merealisasi kebijakan sering menimbulkan masalah

    Contoh ADD yang sementara berjalan tidak dibarengi dengan bagaimana memfasilitasi Pemerintah Desa dalam menyusun APBDes, RPJMDes, Perdes. sehingga proses pencairan dana sampai pada pelaksanaan sering menimbulkan konflik di desa.

    Saya lebih menawarkan bagaimana kalo program pengentasan kemiskinan yang ada di Halsel di Sinergiskan dengan Pogram PNPM Mandiri Perdesaan yang merupakan embrio dari PPK yang sudah berjalan 10 tahun dan memiliki mekanisme dan pelaku-pelaku yang tersebar dipelosok Halsel dan sudah berpengalaman dalam hal pemberdayaan masyarakat miskin di perdesaan. daripada membayar tenaga pendamping ADD yang belum tentu menguasai metodologi pemberdayaan masyarakat.

    Selain itu perlu duduk bersama dengan berbagai pihak yang dalam menyatukan langkah untuk berjihad melawan kemiskinan. Sehingga dana yang sangat besar tersebut tepat sasaran.

    Terima kasih ya atas tanggapan bapak.

    Selamat berjihad….
    Wassalam…….

  2. dr H Rachmat Prayitno, MARS
    December 30th, 2008 @ 3:03 am

    Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 H, dari kami di Jakarta.
    - dr. H Rachmat Prayitno, MARS Hp. 081314341866 , dr Anne Alia Dewi, Sofia Hana -

  3. al-faris
    December 30th, 2008 @ 11:29 pm

    saya sangat sepakat dengan visi dan misi pemberantasan kemiskinan, yang digulirkan oleh Pemda Halmahera Selatan, dan ini merupakan tugas kita bersama, pemda dan masyarakat.
    Ada beberapa hal sebetulnya yang ingin saya kritisi menyangkut kebijakan itu antara lain : saya mengamati yang banyak menikmati hanya segilintir orang, karena beberapa kebijakan bapak tidak dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkannya.., misalnya kesehatan gratis, kenyataan yang paling banyak menikmati adalah mereka yang secara ekonomi sudah mampu, padahal dengan memungut biaya dari mereka merupakan sumber pendapatan bagi daerah, kemudian untuk pemberantasan kemiskinan dalam hal ini salah satu kebijakan bapak ialah dengan merekrut tenaga Honorer yang berlebihan, saya melihat hal ini sebagai upaya menghambat sektor swasta, misalnya banyak tempat usaha yang susah mencari pekerja untuk bekerja di tempat usahanya, karena mereka (pekerja) lebih mengingkan menjadi pns walaupun tenaga honorer sekalipun, yang lebih parah lagi orang tua lebih mengiginkan anaknya menjadi pengawai ketimbang melanjutkan sekolah anaknya sampai ke tingkat perguruan tinggi, padahal secara ekonomi mereka mampu untuk melanjukan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi. terlepas dari semua itu saya melihat beberapa kebijakan juga sangat membantu masyarakat, dan terjadi perubahan yang lebih baik, dibandingkan pada masa pejabat sementara bupati di masa awal terbentuknya kab. halmahera selatan. dan satu hal lagi saya minta tolong pa bupati berdayakan putra daerah halmahera selatan baik mereka yang pns maupun non pns, baik dari segi keterampilan dan profesionalisme, karena mereka yang bukan putra daerah saya melihat hanya memanfaatkan bapak untuk kepentingan pribadi dan organisasi mereka.
    sekian apa yang dapat saya sampaikan semoga dalam menjalankan tugas bapak diridhoi oleh Allah SWT, amiin

  4. Fachrul Rozie Rusdi
    January 3rd, 2009 @ 5:11 pm

    AssWrWb..
    Seharusnya para bupati mencontoh bapak yang satu ini, jangan cuma umbar2 janji2 “kantong plastik” aja…’n jangan misalnya kalau mengajukan anggaran daerah paling cepet ‘n paling besar ‘n da gitu tuch anggaran gak pernah terealisasi…
    malu dong…!!!
    thanks
    Fachrul

  5. Chaerun Anshar
    January 9th, 2009 @ 8:18 pm

    Assalamu Alaikum Wr. Wb.

    Halsel, dengan umur 5 tahun, masih sangat muda. Istilahnya “orang pintar” belum ada apa-apanya tapi bisa di apa-apain bentuk dan miliknya. Putih, tapi hanya selembar.

    Belajar sejarah Indonesia, negara ini paling berpotensi bisa maju seperti negara maju lainnya. Semuanya sudah ada….cuma budaya menghancurkan sesama & kkn-nya tidak bisa dibendung. Sampai hancur sendiri.

    Saya sudah 4 kali ke Halsel, tidak ada yang berubah banyak buat saya pribadi. Budaya, pola pikir, ekonomi & infrastruktur tumbuh secara sporadis. Sampai banyak orang Halsel diperantaun enggan pulang.

    Sumber Daya Alam di eksplotaisi tapi yang eksplotaisi bukan orang halsel, dan yang menikmati juga bukan orang halsel.

    Berupaya memajukan daerah dengan mengutamakan orang daerah perlu banyak dicermati. Jangan hanya mengganti orang tapi pola cuma itu itu aja. Habis proyek habis pula uangnya tapi tidak ada nampak bekasnya. Belajar pada daerah lain.

    Perubahan & pembangunan Pola pikir berwawasan, Integritas & SDM berkualitas didukung dengan Iman yang Teguh. Ini perlu dikedepankan. Pembangunan Infrastruktur, Sarana & Prasarana sebaiknya menyentuh masyarakat paling bawah. Bukan segolongan. Pendidikan yang utama. Sekolah yang tinggi supaya bisa dapat kerja & makan, mesti diubah menjadi sekolah yang tinggi agar tahu cara mendapat & menciptakan pekerjaan yang bisa buat makan ortu, anak & istri secara halal dan berkelanjutan. Bukan untuk ini hari.

    Jumlah masyarakat miskin, bukan karena daerah kering atau tidak berpotensi. Tapi mereka tidak tahu mau bikin apa. Jadinya obyek proyek orang pintar.

    Ikan banyak, dijual murah. Harga sembako melambung. Karena tdak ada produk lokal yang mampu meredam. Ditambah rantai distribusi barang sangat panjang. Tidak ada skill atau kemampuan masyarakat lokal memproduksi hasil kerjanya untuk diekspor. Ciri daerah Intim.

    Masalah kecil jadi ribut karena pemahaman sangat kurang. Masalahnya cuma 1 + 1 = 2, manakala muncul 1 + x = 2 atau 2 : 1 = x, jadi kacau. Belum lagi kalau datang A + B + C = ABC.

    Maaf saya cuma orang bodoh yang tidak tahu bicara.

    Wassalam

  6. Rahmat Abd Fatah
    January 19th, 2009 @ 3:35 pm

    memimpin adalah melayani; tidak lebih dan tidak kurang. kebijakan menggratiskan pelayanan dasar (pendidikan dan kesehatan)adalah kewajiban pemerintah dan hak masyarakat yang sudah sepatutnya. kondisi miskin tidak monolitik, namun akibat dari kurangnya akses pendidikan, kesehatan, infokom, dan kemauan yang kuat akan keberpihakan terhadap rakyat oleh pemerintah.

    mengratiskan pendidikan dan kesehatan adalah wujud keseriusan pemerintah dan patut diapresiasi oleh semua pihak, namun kebijakan makro yang tidak di ikuti oleh kebijakan teknis yang handal, menjadi bumerang bagi aktor kebijakan itu sendiri. akan dinilai tidak lebih dari sekedar imagology polityc(politik citra).

    wujud keseriusan pemerintah adalah komitmennya untuk mengawasi(sistem evaluasi)terhadap tiem pelaksana tekhnis sampai akuntabilitasnya.karena tidak jarang dana yang begitu banyak habis sia-sia entah kemana,hanya karena tidak istiqmah pemberdayaan dan pendampingan terhadap masyarakat.

    Semoga Allah Swt,terus melimpahi keberkahannya untuk HALSEL tercinta dan para pemimpinnya. Amien.

    kepalkan tangan kanan & pekik Allahuakbar…!!!

  7. Syahid Dwi Susanto
    January 21st, 2009 @ 6:41 pm

    Amiin Pak Bupati.Insya Allah, Allah akan bersama orang-orang yang jujur dan berbuat baik. Kami dukung, untuk kemajuan Halmahera. Harapan Itu Masih Ada.
    Salam dari Halmahera Tengah. Sejahtera untuk Maluku Utara.

  8. Edward H. Lumbantoruan
    February 5th, 2009 @ 5:42 pm

    Salam Sejahtera Pak Bupati. Sebagai sahabat pada Program S.3, saya sangat bangga dengan jejak rekam kepemimpinan Bapak. Tidak mudah memimpin daerah dengan masyarakat yang plural/beragam. Tayangan wawancara dalam sebuah TV swasta beberapa waktu yang lalu, semakin mempertegas citra diri Bapak sebagai pemimpin yang memiliki visi jauh kedepan, memiliki komitmen dan konsistensi. Tidak berlebihan rasanya kalau saya sebagai sahabat memohon kepada Tuhan agar diberikan kesempatan lebih panjang lagi kepada Bapak memimpin Kabupaten Halmahera Selatan. Tetaplah pemimpin yang bersih, humanis dan visioner. Salam hormat dari saya (sahabat) : Edward H. Lumbantoruan – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jakarta.

  9. mrsaleems
    February 7th, 2009 @ 10:36 pm

    Jihad melawan kemiskinan, bagi saya dengan program-program yang bapak gulirkan itu udah mantap, cuman mungkin bapak butuh orang2 yang bermoral baik untuk menjalankannya. Tapi bukan dengan mendatangkan orang2 dari luar Halsel. SDM Halsel menurut saya yang paling terbanyak di Malut dan masih ada yang bermoral baik.
    Saya pikir orang2 yang bermoral baik dan orang Halsel tentunya memiliki sebuah beban dan tanggung jawab untuk melihat daerahnya.
    Bagaimana orang luar…………….?
    tentunya ada plus minusnya, saya setuju dengan pendapat beberapa orang diatas bagaimana mengoptimalkan putera daerah dalam menyelami kemiskinan yang ada di Halsel. Kalo orang luar mungkin cukup di staf ahli.

    bagaimana?????????

  10. Budi Setiawan Jamhur
    February 20th, 2009 @ 1:26 pm

    Asslkm Wr Wb
    Saya kira 3(tiga) kebutuhan dasar yang digulirkan yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan adalah faktor yang harus menjadi prioritas bupati selain masalah keamanan yang Insya Allah sudah relatif terkendali.
    Saya menyarankan sebaiknya fasilitas dasar yang memadai tersedia untuk tiga kebutuhan tersebut didukung pula dengan sistim informasi yang memadai sehingga pihak profesional pendatang yang dibutuhkan dan didatangkan dari luar dapat berkiprah disana namun tetap merasa nyaman dan dapat mengikuti perkembangan diluar Halsel baik di tinkat Nas maupun internasional.
    Contohnya pada saat saya bertanya kepada para dokter spesialis yang hanya bertugas sebentar di RSUD Labuha dan bergegas ingin kembali pulang ke Jawa, mengeluhkan masalah komunikasi internet yang belum memadai dan ketersediaan sekolah yang bermutu untuk putra putrinya. Mungkin sarana itu dapat dibenahi lebih baik sehingga aspek ketersediaan SDM profesional tersebut dapat tetap terpenuhi
    Selamat bekerja pa Bupati.

  11. ahmad
    February 25th, 2009 @ 3:16 pm

    Assalamu ‘alaikum wr, wb.
    bersyukur saya punya kesempatan bergaul dengan beliau yang dikemudian hari ditakdirkan menjadi seorang bupati,2 tahun saya mengenal beliau secara dekat dari 10 tahun ketika saya bertugas di Ambon.Beliau seorang yang kuat meski postur tubuhnya masih kalah besar dengan saya (ha…ha…),saya yakin beliau sanggup memikul tanggung jawab sebagai BUPATI.Tapi mari kita evaluasi bersama dengan indikator “INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)” selama beliau memimpin HALSEL.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit dari indeks pendidikan, kesehatan dan paritas daya beli atau purchasing power parity, yang dapat mengindikasikan dampak-dampak pembangunan bidang sosial budaya dan kesejahteraan masyarakat secara makro. Indeks Pendidikan diukur melalui dua indikator yakni angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk. Berapa persen angkanya pada awal menjabat??-sekarang??-dan proyeksi akhir masa jabatan?? apakah kebijakan sekolah gratis benar-benar berdampak secara signifikan terhadap sektor pendidikan di kabupaten Halsel.Indeks kesehatan diukur berdasarkan capaian usia harapan hidup masyarakat,apakah harapan hidup masyarakat HALSEL tinggi?? Berapa persen angkanya pada awal menjabat??-sekarang??-dan proyeksi akhir masa jabatan?? ini sangat erat hubungannya dengan layanan kesehatan masyarakat. Indeks daya beli merupakan tolok ukur tingkat kemakmuran masyarakat ditinjau dari kemampuan masyarakat membeli kebutuhan hidupnya. Berapa persen angkanya pada awal menjabat??-sekarang??-dan proyeksi akhir masa jabatan??. Ini berkaitan erat dengan penyediaan lapangan kerja. Kebijakan apa yang yang signifikan dalam penyediaan lapangan kerja dan UMR??
    untuk para pengamat jangan 100% percaya angka BPS, silahkan turun ke kecamatan atau desa untuk memperoleh gambaran riil angka IPM selama kepemimpinan beliau “MUHAMMAD KASUBA,MA”
    Bila IPM Halmahera Selatan dapat mengungguli kabupaten lain di Maluku Utara atau bahkan dapat bersaing dengan kabupaten lain di Indonesia, rakyat berhak mengusulkan MUHAMMAD KASUBA untuk jadi gubernur MALUKU.
    Wassalam,

  12. ahmad
    February 25th, 2009 @ 7:10 pm

    assalamu ‘alaikum wr, wb.
    “Melawan Kemiskinan” menjadi topik yang penting untuk semua kalangan baik itu kalangan akademisi, politisi maupun birokrasi, LSM atau NGO, lokal maupun interlokal,hatta kaum miskin itupun siang malam berjuang “Melawan Kemiskinan”. Jika ada seorang pemimpin berazzam “Melawan kemiskinan”, itu adalah ranah kewajibannya. Sebagai rakyat berhak untuk mengevaluasi kinerja pemimpin yang telah diberi mandat untuk mensejahterakan rakyatnya. Mari kita ukur kinerja Bupati kita dengan indikator “INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)” yang merupakan indeks komposit dari indeks pendidikan, kesehatan dan paritas daya beli atau purchasing power parity, yang dapat mengindikasikan dampak-dampak pembangunan bidang sosial budaya dan kesejahteraan masyarakat secara makro. Pertama, Indeks Pendidikan diukur melalui dua indikator yakni angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk. Angka melek huruf dihitung berdasarkan persentase penduduk usia 10 tahun keatas yang mampu membaca dan menulis serta lama pendidikan dihitung dari berapa lama penduduk mengenyam pendidikan/bersekolah. Berapa persen angka ketika beliau menjabat?? – sekarang?? – dan akhir masa jabatan??. Apakah kebijakan pendidikan gratis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan indeks pendidikan??. Kedua, Indeks kesehatan diukur berdasarkan capaian usia harapan hidup masyarakat. Berapa persen angka ketika beliau menjabat?? – sekarang?? – dan akhir masa jabatan??. Apakah harapan hidup rakyat HALSEL cukup tinggi ?? ini sangat erat hubungannya dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Ketiga, Indeks daya beli, menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat ditinjau dari kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan hidupnya. Berapa persen angka ketika beliau menjabat?? – sekarang?? – dan akhir masa jabatan??. Ini erat kaitannya dengan pendapatan perkapita penduduk, penyediaan lapangan kerja dan kebijakan UMR.
    Jika IPM Kabupaten HALSEL mengungguli kabupaten lain di MALUKU atau bahkan mampu bersaing dengan kabupaten lain di Indonesia, maka rakyat layak mengajukan “ DR. MUHAMMAD KASUBA, MA” untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku.
    Untuk pak bupati : Berapa persen proyeksi IPM Kabupaten Halmahera Selatan di akhir 2010 ???………………
    Wassalam,
    Ahmad_jbg@yahoo.co.id

  13. R.Palopian
    March 1st, 2009 @ 3:11 am

    Yth.Bpk.Bupati Halmahera Selatan.

    Menarik juga pencanangan “Jihad Melawan Kemiskinan” yang bapak gulirkan di media cyber ini, tetapi menarik pula komentar yang bermunculan, termasuk saya pun ingin turut memberikan pendapat.
    Pada hemat saya berdasarkan pengamatan awal, rata-rata secara umum Pemerintah Daerah di Maluku Utara (bahkan juga di propinsi lain)telah mengabaikan peranan BUMD yang sebenarnya dapat didayagunakan sebagai motor penggerak mobilisasi ekonomi di bidang industri mulai yang mikro, kecil, menengah sampai besar secara sinergis dengan instansi terkait di Halsel. Sayang sekali kualitas SDM instansi yang berkompeten pada bidang kepelakuan ekonomi kurang diberikan kesempatan meningkatkan pendidikan jabatannya sesuai rumpun tupoksi.
    Ringkasnya Pak Bupati, saya sarankan sekolahkan dulu para PNSD agar mereka nantinya bisa berinovatif dalam tugasnya sebagaimana interpreneur.

    Wassalam.081324926699

  14. Lipupuna
    April 5th, 2009 @ 10:51 pm

    Berjuang terus Bpk Bupati,

    Kita Butuh SDM yang cakap dan trampil dalam bidangnya masing-masing, untuk mengimplementasikan program ini dan harus cepat dirasakan oleh masyarakat kita.
    Perlu Pemda Memprioritaskan / membuat program-program kegiatan yang bersentuhan langsung atau kegiatan yang membuat cepatnya menggeliat kegiatan ekonomi/ perekonomian daerah.
    Sentra-sentra yang terisolir cepat dibuka akses kesana.
    Dermaga Very dan lain-lain yang membuka akses akan lebih berguna dipercepat.
    Dengan demikian masyarakat kita lebih cepat mandiri,dan Program gratis tiap tahun makin menurun.
    Terima kasih

  15. Lipupuna
    April 10th, 2009 @ 8:37 am

    Soal pendidikan diatasi dengan pendidikan gratis bukanlah satu-satunya solusi, masaalahnya ada yang sanggup segala galanya tapi anak tidak bersekolah, ada apa disini.. !
    justru kita harus berbuat sesuatu untuk merobah sikap dan budaya masyarakat kita, yang beranggapan pendidikan. ujungn-ujungya harus menjadi PNS.
    Disaat tidak terjaring, terasa kiamat dunia ini dan seakan ilmu yang dicari selama ini tidak ada gunanya,Tidak punya koneksi dan lain-lain alasan walaupun itu terasa.
    Sebagai anak daerah sangat mengharapkan pak Bupati dipenghujung masa jabatannya bisa berusaha keras entah bagaimana caranya (saya sendiri tidak tau) agar masyarakat kita berpikir standar soal pendidikan,Kwalitas dan kwantitas SDM ditingkatkan demi masa depan daerah kita.
    Soal pembangunan insya allah mereka yang akan sempurnakan kelak,…. amin.

  16. arfin
    May 5th, 2009 @ 11:58 pm

    Saya pikir bentuk pembangunan yang lebih mengena bagi sebagian besar masyarakat Halsel adalah pemberdayaan. Dalam skala yang lebih hakiki, pemberdayaan dalam berpikir dan berwawasan. Singkatnya, bagaimana cara agar mindset masyarakat dapat dikelola sehingga dapat berpikir positif dan produktif.Solusinya adalah komunikasi dan sosialisasi yang intensif. Perubahan paradigma di masyarakat memang membutuhkan proses yang panjang. Tapi bukankah segala sasuatu memang ada awalnya? Kalau tidak dimulai sekarang, saya khawatir kita semua akan terlena dan ketinggalan. Untuk itu, Pemda dan jajarannya sebagai Agent of Change sebaiknya melakukan langkah terobosan – terobosan yang mengintensifkan jalur komunikasidengan masyarakat sehingga angin perubahan yang di bawa oleh Bupati Halmahera Selatan dapat terpatri dalam benak setiap warga. Sehingga dengan demikian dukungan dan partisipasi masyarakat untu mewujudkan setiap program dan kebijakan Pemda lebih ditingkatkan

  17. arfin
    May 6th, 2009 @ 12:44 am

    meneruskan posting saya beberapa jam yang lalu, pemberdayaan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Agar bisa terdidik ( dan produktif ) , masyarakat memerlukan biaya yang berkelanjutan. Dan biaya itu diperoleh melalui pekerjaan yang mapan. Pekerjaan mapan ( profesi ) memerlukan keahlian dan ketrampilan yang terstandar. Dasar profesi adalah pendidikan ( yang terspesialisasi ). Jadi,memang tepat, kalau ada keinginan untuk mendirikan Politeknik di Kupal. Tapi apakah masyarakat kita punya alur pemikiran yang sama ? Banyak di antara ” torang pe orang tua tua ” yang beranggapan pekerjaan mapan adalah cuma PNS, Polisi dan Tentara.

  18. Rahmat
    May 21st, 2009 @ 11:31 am

    Saya ingin memberi masukan pada bapak bupati terkait mengentaskan kemiskinan.

    pendidikan di halsel gratis.namun sebagai orang awam saya melihatnya tidak berkualitas.saya ada mendapat cerita.ada smp yg tdk punya guru smp sampai terpaksa di ajar oleh guru sd.mahasiswa yang sebagian besarny punya nilai rata-rata C atau D,ada mahasiswa yg bahkan tidak tau TOEFL itu apa,berita-berita ketidaklulusan siswa dalam tryout uan,para pendatang yang kuatir tentang pendidikan anaknya.mungkin ada lagi cerita yang lain.
    Hal ini membuat kami bertanya2 apa yang salah.sistem pendidikan,adat budaya atau orang2nya(siswa,orang tua,guru,lingkungan,dan pemerintah). Pernahkah dilakukan evaluasi bagaimana output siswa dengan pendidikan gratis ini?pernahkah dilakukan uji kemampuan guru2 yang dikontrak?
    Menurut kami,pembangunan fisik sekolah memang penting tapi membuat sistem pendidikan yang mencerdaskan rakyat juga perlu.mungkin diknas lebih berkompeten mengurusi hal ini tapi saya sebagai orang awam belum melihat hasilnya.alangkah baiknya jika bapak bupati dapat menjadi motor penggerak diknas agar dapat meningkatkan kualitas sdm warganya.
    Memang butuh kerja sangat keras untuk meningkatkan kualitas sdm ini.tapi jika dapat dilaksanakan,mimpi mewujudkan halsel yang maju dan menjadi tuan dinegerinya sendiri akan terwujud.
    Saat ini kita sudah tidak butuh warga halsel yang cuma melek huruf.kita butuh warga yang cerdas dan bermoral agar pembangunan halsel dapat dipercepat.

  19. hamba Allah
    August 6th, 2009 @ 10:00 am

    Assalam wr.wb
    Salut dengan program dan perjuangan pak Bupati,tapi tidak untuk jajaran di bawahnya
    Bicara yang ada saja,lihat realita di lapangan…
    Tolong di evaluasi semua jajaran di bawah anda,terlebih yang berhubungan dengan proyek,berapa % realisai dari anggaran
    Gaji pns dan ptt saja sampai berbulan2 baru terbayar,kasihan
    Maju terus pak Bupati,,

  20. Saiful
    September 15th, 2009 @ 10:24 pm

    kemiskinan makin merajalela ketika pemerintah tidak mampu mengelolan anggaran daerah dengan baik.., realitasnya begitu banyak PTT yang terlantarkan karena haknya belum di berikan

  21. husaen salahu di bandung
    September 19th, 2009 @ 2:09 am

    Assalamu alaikum wr.wb
    bangga dengan kepemimpinan bapak bupati, tp saya harap daerah-daerah yg terisolir dapat diperhatikan, termasuk gane timur, dengan potensi parawisatanya (pulau widi) perlu di tata dan di rawat dengan baik, perlu jg km sampaikan bhw parameter pembangunan suatu daerah tak lepas dr sumber daya manusia.untuk itu pengembangan sumber daya manusia perlu diperhatikan jg, antara lain: putra daerah yang mengikuti studi lanjut perlu difasilitasi. semoga bapak sehat wa’afiat dalam membawa halsel ke depan,dan terpilih untuk kedua kalinya lagi. AMIN……

  22. husaen salahu di bandung
    September 19th, 2009 @ 2:21 am

    Tatkala anak tirimu menangis,ataukah anak yatim piatu menangis,tatkala wilayahmu ada yang menangis,tatkala anak daerahmu mencari ilmu di negeri org ?,,,,,apa kata hatimu wahai bupatiku yang bijaksana,,,,kubayang ketika itu telah datang seseorang”titisan Sayidinah Umar”"bapak Bupati”, pikiran menerawang ke depan membayangkan kemajuan negeriku,ada bisikan ke telingaku bahwa tititsan itulah Bapak bupati. maju terus pak haji. ALLAH AKBAR

  23. silmi
    November 22nd, 2009 @ 3:45 pm

    harapan masih ada di bahu bapak… untuk rakyat halmahera…

  24. mrsaleems
    December 20th, 2009 @ 8:53 pm

    Jihad melawan kemiskinan…… so good….., tapi sejauh sudah lima tahun berjalan sudah berapa sih tingkat kemiskinan yang dapat diturunkan di Halsel??????? Gimana kalo dibandingkan dengan Kabupaten lain apa betul penurunan kemiskinan di Halsel turun signifikan????? karena program2 Bapak?????? Kalo bisa ada hasil evaluasi. Realisasi ADD it’s oke sebagaimana salah satu komitmen Pemerintah dalam rangka Otonomisasi Daerah dan Desa dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat, tapi itu juga harus didukung dengan perencanaan yang baik dimulai dari desa. Kondisi riil yang ada disemua desa2 di Halsel tentunya hampir sebagian besar desa belum memiliki Dokumen Perencanaan yang baik berupa RPJMDes dan RKP Des serta APBDes. Dan ini juga harus dilakukan secara partisipatif bukan dibuat oleh aparat kecamatan atau Kabupaten yang hanya sebagai prasyarat admnistrasi pencairan ADD. Saya sepakat ada pendamping ADD, tapi mereka belum dibekali dengan pendampingan penyusunan Dokumen Renstra. sehingga yang dikerjakan oleh pendamping hanya mengawasi pengelolaan kegiatan fisik yang didanai oleh ADD. Solusinya optimalkan peran pendamping tersebut di desa. Kalo ini berhasil saya yakin tingkat kemiskinan di Halsel bisa teratasi, karena kebijakan Bapak sudah baik tinggal teknis saja di lapanga. Bagaimana???????

  25. iwan La Ema
    January 11th, 2010 @ 6:34 pm

    Aslkum…Bapak Bupati Hal-Sel yg Terhormat,saya salah satu anak Halmahera selatan yg sangat bangga dgn progrm yg bapak laksanakan,yg salah satunya adalah pndidikan gratis di seluruh Halmahera Selatan tetapi apakah ada dampak negatif dari program tersebut????contohnya saya,saya slah satu dari 8 Mahasiswa Halmahera Selatan yg di kirim kuliah di poltekes bhakti setya indonesia jurusan Rekam Medis di jogjakarta tetapi apa yg saya alami di sini??Dana yg akan di kirim dari Halsel untuk pmbayaran SPP semster 5 sampai hari ini juga belum ada,sedangakn semester 5 sudah tinggal 2 minggu lagi yaitu tgl 25 januari 2010 dan dispensasi yg diberikan dari pihak kampus sudah berakhir.Apakah ada kbijakan dari bpak tentang nasib saya dan teman-teman sya di sini????Mohon dipertimbangkan.Terimah kasih.

  26. mintos
    March 31st, 2010 @ 9:54 pm

    bukan kemiskinan yang harus dilawan tapi harus di perhatikan, kenapa orang melawan karena tidak sesuai dengan padangan hidup mereka? permasalah bukan dilawan dengan masalah nanti akan menjadi sebuah boom yang akan tiba waktunya akan meledak itulah masyarakat. tapi bagaimana kita memperhatikan mereka tampa ada yang merasa di anak tirikan itulah harapan saya sebagai warga daerah bapak dihalsel… maka pada saat ini saya mengajak semua aparatur daerah yang duduk di semua biro di daerah supaya kualitas pelayanan bapak/ibu lah yang baik dan ramah yang kami sebagai masyarakat harapkan bukan seperti kemarin-kamarin waktu saya melakukan pengurusan di beberapa dinas saya mendapatkan beberapa oknum yang seharusnya melayani malah mengeluarkan kata-kata kasar pada salah satu tamu adalah hal yang tidak pantas di tiru.
    maka dengan itu saya minta di bapak agar perhatikan mereka jabatan bukan untuk menguasai rakyat tapi jabatan untuk melayani masyarakat.

  27. MR GONONE
    April 23rd, 2010 @ 11:11 pm

    Apa yang bapak kampanyekan dengan Slogan Jihad melawan kemiskinan dengan program bapak itu hanya isapan jempol belaka. contoh ADD itu bukan program Bapak tapi itu hak desa yang memang harus diserahkan ke desa. Itu amanah UU 32 2004 dan PP 72 2005, kesehatan gratis masih banyak tuh orNG BEROBAT tp ga punya biaya ke Bidan or mantri. Pendidikan Gratis, tapi banyak sekolah2 yang pungut biaya serta guru2 yang banyak meningalkan tugas. Infrastruktur masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Kabupaten lain. Yah payah Ustat, jangan jual2 yang gratis2 deh, lebih baik buat program yang betul2 bisa menarik gerbong perekonomian rakyat. Seperti datangkan investor yg bs menjalin kerjasama dengan para petani dan nelayan. bagaimana ustat?
    Dari pada buat program yg populis tapi ga ada apa2nya. Itu bikin habis uang rakyat aja.

  28. ilil
    May 14th, 2010 @ 1:56 pm

    Bapak Bupati HalSel yang saya hormati kiprah Bapak sangat vital dalam mengangkat masyarakat halsel dari keterpurukan ekonomi. Tapi menurut saya,kiprah Bapak tersebut hanya dalam adigium stigmatisasi semu yang digembar-gemborkan oleh lingkaran-lingkaran ring yang ada disekitar Bapak.Mohon maaf,kelihaian Bapak hanya dapat teruji di forum-forum majelis ta’lim. Tapi bukan diarena pemerintahan. Banyak kejanggalan ketidakpastian manajemen pemerintahan yang Bapak pimpin sekarang, daerah mengalami stagnasi dan kini daerah berada dala sakit akut, ini menandakan bahwa Bapak gagal mengantarkan masyarakat Halasel yang lebih baik. Salam saya Ilul

  29. AMAO...
    May 23rd, 2010 @ 9:34 pm

    kemiskinan yang disebutkan dan di sampaikan di atas oleh para komentar sangatlah saya betsepakat, namun perlu saya tekankan di sini bahwa untuk mengantisipasi kemiskinan yang sefektif adalah memperpendek rentang kemndali, sehingga masyarakat yang nota benihnya adalah negeri berpulau-pulau dapat menikmati proses pelayanan maksimal,
    ORANG OBI MAU MEKAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR………..
    DARAHHHHHHHHHH TARUHANNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    ..DAN BAPAK BERDOSA MEEMBIARKAN ORANG MISKIIN BERDARAH-DARAH………..

  30. zaldy
    May 27th, 2010 @ 1:16 am

    semoga taraf hidupo dihalsel lebih sejahtera

  31. Rani Boki Moloku
    June 3rd, 2010 @ 4:52 am

    ass.wr.wb.
    Bapak bupati yg kami hormati,
    anda adalah sosok pemimpin Halmahera selatan yang layak untuk dipertahankan demi kemajuan HALSEL kita bersama, yg terangkai dalam bingkai “Kebersamaan yang Adil”.
    keberpihakan anda terhadap masyarakat kecil adalah bukti nyata yg telah dapat kami rasakan sendiri.
    Terima kasih bapak bupati, semoga perjuangan jihad anda selalu diberkahi oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala. Amiin.

Leave a Reply