Satu Obsesi: Menjadikan Halsel Sebagai Pusat Pendidikan Maluku Utara
Posted on | May 28, 2008 | 22 Comments
Beberapa waktu yang lalu saya mencanangkan Desa Modayama sebagai pusat pendidikan Kayoa Utara. Jika Desa Laromabati menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Kayoa Utara, maka Desa Modayama yang memiliki SMP pertama di kecamatan Kayoa Utara yang dibangun secara swadaya masyarakat, ditetapkan sebagai lokasi pengembangan pendidikan di kecamatan tersebut. Diharapkan ke depan masyarakat Desa Modayama bersama-sama dengan desa yang lain di sana memberikan perhatian besar terhadap kemajuan kegiatan pendidikan di Kayoa Utara, baik dengan pembangunan sekolah lanjutan, pusat-pusat pelatihan dan pendidikan masyarakat maupun dengan kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas pendidikan di sana sehingga kecamatan Kayoa Utara mendapatkan suplai SDM yang handal untuk melaksanakan pembangunan dari daerahnya sendiri.
Hal yang sama juga saya harapkan terjadi di kecamatan-kecamatan yang lain, ada desa-desa yang dijadikan sentra kebangkitan pendidikan di sana. Apalagi jika penetapan sentra pendidikan diikuti dengan pemberian fokus kepada satu bidang pendidikan yang dapat langsung mendukung kegiatan pembangunan di daerah tersebut, insya Allah di Halmahera Selatan akan tumbuh berbagai macam lembaga dan institusi pendidikan yang memiliki ciri khas sesuai dengan kebutuhan kecamatannya masing-masing.
Saya sangat memberikan perhatian bagaimana pendidikan dapat berkembang dengan baik di Kabupaten Halmahera Selatan. Dari sejarah kita mengetahui bahwa kebangkitan suatu bangsa selalu bermulai dengan adanya pendidikan pada bangsa tersebut. Kejayaan budaya bangsa Cina, Mesir, Yunani, Romawi dan Arab pada masa dahulu adalah karena mereka memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan masyarakat dan generasi penerusnya. Pada peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional kemarin Presiden SBY mengatakan bahwa kemandirian adalah salah satu syarat bagi suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang berhasil, dan saya percaya bahwa pendidikan adalah satu syarat untuk mencapai kemandirian. Karena itu, sejak saya mulai menjabat Bupati Halmahera Selatan pada tahun 2005, saya terus berpikir dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendorong masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih besar.
Tidak hanya itu, saya pun berobsesi agar Kabupaten Halmahera Selatan mampu menyuplai sendiri SDM berpendidikan dan memiliki kemampuan tinggi yang dibutuhkan untuk membangun kabupaten baru ini. Tahun 2006 bersama teman-teman yang peduli terhadap masa depan pendidikan di Halsel, kami mencoba membentuk Universitas Islam Al-Khayrat (UNISA), tetapi sayangnya pendirian universitas ini gagal karena tidak keluarnya ijin dan adanya pihak-pihak di Maluku Utara yang menghalang-halangi pendiriannya dan tidak ingin melihat Halsel memiliki lembaga pendidikan tinggi sendiri. Saya sempat kecewa dengan kegagalan tersebut, tetapi itu tidak menyurutkan niat saya untuk menghadirkan sebuah lembaga pendidikan tinggi di Halmahera Selatan. Alhamdulillah kesempatan datang kembali pada tahun 2007 ketika Halmahera Selatan diberikan ijin untuk mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha. Proses pengurusan ijin pendirian STP dikerjakan dengan diam-diam untuk menghindari pihak-pihak yang menghalangi pendirian UNISA melakukan manuver-manuver kotornya lagi. Saat ini STP Labuha bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor sedang mendidik lebih dari 200 orang mahasiswanya di 3 bidang studi (Kehutanan, Perikanan dan Agribisnis) dan insya Allah akan bertambah di masa-masa mendatang.
Kabupaten Halmahera Selatan tidak akan berhenti dengan STP saja, tapi juga dengan pendirian sekolah-sekolah tinggi lainnya. Insya Allah dalam waktu dekat ini Kabupaten Halmahera Selatan akan memiliki sebuah politeknik untuk mempersiapkan SDM siap pakai dalam bidang kelautan, yang diikuti dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Sekolah Tinggi Tarbiyah dan juga Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Pemerintahan. Pendirian sekolah-sekolah tinggi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Halmahera Selatan terhadap sumber daya manusia (SDM) di bidang kelautan, kesehatan, pendidikan dan ilmu pemerintahan. Dinas Pendidikan Nasional dan Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan telah mempersiapkan gedung yang akan digunakan untuk kegiatan politeknik di Desa Kupal, Kecamatan Bacan Selatan dan kami telah mengontak teman-teman yang memiliki keahlian desain kapal di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di politeknik tersebut. Saat ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sedang mengirimkan 50 orang untuk mengikuti pendidikan S-2 Ilmu Pemerintahan sehingga tenaga pengajar yang dibutuhkan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Pemerintahan dapat terpenuhi.
Ketika seluruh sekolah tinggi tersebut berdiri di Halmahera Selatan, saya yakin Halmahera Selatan dapat menjadi pusat pendidikan di Maluku Utara dan menyediakan seluruh kebutuhan pendidikan tinggi kepada warganya, serta dapat mencetak SDM berpendidikan dan berkemampuan tinggi sehingga dapat memberikan nilai tambah yang tinggi terhadap kegiatan pembangunan di Halmahera Selatan. Saya juga berkomitmen bahwa kebijakan pendidikan gratis akan diteruskan sampai ke tingkat pendidikan tinggi mengikuti perkembangan PAD Halmahera Selatan sehingga mahasiswa Halmahera Selatan dapat menikmati pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau di daerahnya sendiri (jika biaya kuliah sudah gratis mereka hanya akan mengeluarkan biaya hidup saja).
Mengenai SDM berpendidikan dan berkemampuan tinggi ini saya teringat sejarah bahwa Singapura pada awal-awal kemerdekaannya mengandalkan tenaga kerja murah untuk menarik investasi ke negaranya yang kecil itu. Tetapi Lee Kuan Yew, pemimpin bangsa Singapura pada waktu itu, menyadari bahwa kebijakan tersebut tidak akan menjadi kebijakan berlanjut (sustainable policy), karena Singapura akan kalah dengan negara-negara yang memiliki populasi lebih besar dalam persaingan tenaga kerja murah. Karena itu dia kemudian beralih kepada kebijakan pembangunan berpendidikan dan berkemampuan tinggi untuk menarik investasi yang bernilai tambah tinggi bagi Singapura. Dan kita lihat saat ini Singapura menjadi negara yang memiliki lembaga-lembaga pendidikan terbaik di Asia Tenggara bahkan mungkin juga Asia. Bahkan dua sekolah bisnis terbaik di dunia, MIT Sloan dari Amerika Serikat dan INSEAD dari Perancis, juga memiliki kampus luar negerinya di Singapura. Pusat-pusat riset dan penelitian bertumbuhan di Singapura untuk mendukung kemajuan industri-industri berteknologi tinggi yang ada di sana. Dan yang pasti, Singapura mampu memenuhi kebutuhan SDM untuk industri-industri tersebut dari dalam negerinya sendiri, bahkan karena populasinya yang kecil mereka juga memberikan kesempatan kepada SDM handal dari seluruh dunia untuk berkarya di sana.
Halmahera Selatan pun bisa menjadi seperti Singapura dan salah satu caranya adalah Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak lelah untuk melakukan usaha-usaha peningkatan SDM-nya melalui penyediaan akses pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan juga mendorong kehadiran lembaga-lembaga pendidikan tinggi di daerahnya. Dan untuk itu Kabupaten Halmahera Selatan harus menjadi pusat pendidikan di Maluku Utara dan siapapun yang menjadi bupatinya harus berkomitmen untuk mewujudkannya.
Labuha, 22 Mei 2008
Comments
22 Responses to “Satu Obsesi: Menjadikan Halsel Sebagai Pusat Pendidikan Maluku Utara”
Leave a Reply



August 5th, 2008 @ 2:57 pm
sdm halsel
September 2nd, 2008 @ 2:21 am
Asslamualaikum….
Alahamdulillah dengan adanya media(Website)Bapak Bupati’muda-mudahan membantu pendidikan Halsel di masa mendatang.saya sangat banga dan besyukur Kepada ALLAH SWT,karena adanya website ini bisa mengejar ketertingalan dengan ada nya persaingan yang ketat menuju era Globalisasi
November 26th, 2008 @ 5:01 pm
Saya sangat bangga terhadap bapak tentang visi pendidikan tapi peningkatan SDM melalui S2 jarak jauh saya rasa kurang optimal karena pendidikan S2 reguler lebih dapat mempersiapkan SDM yang siap pakai. Kita lihat Propinsi Papua setiap tahunnya mengirim putra daerahnya untuk S2 ke Jawa. Untuk itu analisa kebutuhan SDM perlu direncanakan dengan melihat peta kebutuhan pengajar untuk pendidikan tinggi nantinya. Thanks semoga sukses terpilih lagi tahun 2010
December 17th, 2008 @ 9:35 pm
Salam dari kami di Jakarta buat Ustad Muhammad Kasuba. Semoga Allah azza wa jalla selalu membimbing beliau.( dr.H. Rachmat Prayitno, MARS 081314341866. dr. Anne Alia Dewi, Sofia Hana).
December 28th, 2008 @ 12:49 pm
Salam dari desa Tabapoma untuk Halsel…. semoga tetap berjaya dimasa mendatang dengan kepemimpinan bapak M. Kasuba, perubahan butuh proses, berproses butuh waktu,tenaga, dan pikiran tetapi kesemuanya harus terencana dan terukur. tanpa parameter ukuran kerja kita sia-sia,…..mobile 081392147744
January 1st, 2009 @ 9:30 pm
asslamualakum wrwb
Kami sangat bahagia dan bangga atas hadirnya website bapak bupati,semoga dengan kehadiran website ini dapat menambah informasi kami
tentang halsel khususnya dan maluku utara secara umum.Dan semoga Allah swt memberikan kemudahan dan keteguhan pada bapak bupati dan stafnya dalam menjalankan amanah.selamat berjuang..Allahu akbar,Allahu Akbar,Allhu Akbar…(mahasiswa malut di sudan)
February 17th, 2009 @ 9:32 pm
kalau boleh pusatkan dulu pembanggunan di dalam daerah dulu jangan dulu di luar ??????????? respon balik ku tunggu (………………)
May 1st, 2009 @ 6:01 am
aslkm..!ana bangga punya Bupati seperti pak Muhammad Kasubah..!ana sarankan kalau bisa Pak Muhammad thn depan bisa jalaon lagi..!syukran katsiran..!dari orang yang jauh(mesir)
May 5th, 2009 @ 11:12 pm
Idenya bgs pak, tp tolong birokrasinya dibenahi
May 5th, 2009 @ 11:20 pm
Skali lagi, BIROKRASI. Program2 anda tdk efektif kalau pegawai pelaksananya miskin dedikasi…
November 7th, 2009 @ 7:09 pm
Pendidikan yang awalnya merupakan proses memanusiakan manusia dalam rangka menciptakan tenaga produktif yang bermutu bagi bangsa indoneisa. Selain itu, pendidikan/perguruan Tinggi adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan dan merubah paradigma berpikir bagi peserta didik (Mahasiswa) ke arah yang lebih baik sehingga bermuncullah tokoh nasional dan pemuda yang lebih progresif.
November 7th, 2009 @ 8:11 pm
Pendidikan yang awalnya merupakan proses memanusiakan manusia dalam rangka menciptakan tenaga produktif yang bermutu bagi bangsa indoneisa. Selain itu, pendidikan/perguruan Tinggi adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan dan merubah paradigma berpikir bagi peserta didik (Mahasiswa) ke arah yang lebih baik sehingga bermuncullah tokoh nasional dan pemuda yang lebih progresif.
NAMA : Sabri Habib Syamdi.
TTL : Maffa, 24-06-1988.
ALAMAT : Jln, Selar. Kel, Lere.
AGAMA : Islam
STASUS : Mahasiswa
UNIVERSITAS : Al-khairaat (UNISA) Palu.
JURUSAN : Syari’ah
Kontak Person : 085256267992
ORGANISASI INTRA :
Ketua HMJ Syari’ah Fakultas Agama Islam UNISA Periode 2007-2008.
Presiden BEM UNISA Periode 2009-2010.
ORGANISASI EKSTRA :
Ketua Umum PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Komisariat UNISA Periode 2009-2010.
Sekjen LS-ADI (lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia) Palu Sul-Teng Periode 2009-2010.
Bendahara HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat UNISA Periode 2007-2008.
PP HPA (Himpunan Pemuda Al-Khairaat)
December 28th, 2009 @ 12:30 am
Assalamu alaikum, wr. wb
“negeri ini maju bukan karena penduduknya memeluk agama Islam, namun karena pemimimpinya yang adil.”
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bukan investasi untuk sebuah kepentingan”
Apakah Sekolah Dasar (SD) perlu diGRATISkan?
Kenapa MEREKA yang diSEKOLAHkan?
January 7th, 2010 @ 9:48 pm
Pak Bupati, kebijakan dan program anda selama 4 tahun ini, dalam pandangan warga kalangan grass root, cukup berhasil karena biaya kesehatan dan pendidikan jauh lebih murah. Namun perlu diingat, masyarakat kita adalah masyarakat yang mudah digiring oleh opini elit( lepas dari apakah opini itu mengandung kebenaran ataukah semata fitnah dan intrik politik ). Anda pasti paham bahwa suatu kebenaran hanya dapat disahihkan eksistensinya dengan bantahan terhadap bantahan yg ditujukan kepada kebenaran itu sendiri. Singkatnya, anda perlu menjelaskan kepada warga anda hal-hal positif yang telah anda lakukan. JANGAN BIARKAN MASYARAKAT DIBANJIRI OLEH ISU YG TIDAK JELAS ASALNYA, TIDAK JELAS DASARNYA, BAHKAN TIDAK JELAS NALARNYA. Makasih
January 10th, 2010 @ 6:24 pm
Membaca Obesei Bupati Halsel sangat Indah tapi keindahan itu hanya diatas kertas. Realita membuktikan bahwa Sampai saat ini Bupati Halsel Dari Perspektif Kinerja Gagal. Saya Tidak mau berspekulasi tapi saya bicara data yang di tunjangan dengan 4 Indikator Kinerja. Penerapan sistem pemerintahan yg kontra dan tidak sejalan dengan semangat UU Otonomi Daerah Juga UU Perimbangan Keuangan antara Pusat Dan daerah itu terjadi di Halsel dan Bapak adalah pelakunya. Saya Punya banyak data diantaranya juga Dana Komdev Antam yang anda masukan ke APBD dan skrng gi disidik. bahwa dalam wkt dekat, sebagai putra daerah yg konsisten terhadap pengawalan perjuangan Pemekaran Halsel dan semangat pemberantasan Korupsi maka tidak ada alasan Saya dengan teman2 akan mempresur lembaga Yudikatif dan KPK untuk menahan Pak Bupati. Semua Data dari Hasil Investigasi Kepresiden sudah selesai dan sementara menunggu izin presiden aja sebagaimana permohonan KAJATI dan KAPOLDA MAluku Utara. Selamat Beretorika dan membohongi Publik Pak.
January 13th, 2010 @ 4:42 pm
…..
.Kebenaran Al Qur’an diturunkan di kaum pengembara padang pasir yang ummi di jazirah arab…
…..
Kasuba Dengan segala kelebihan & kekurangannya menyebarkan kebenaranan itu di jazirah bacan…
…..Muhammad Kasuba…
….” The Real Regent”..
April 12th, 2010 @ 4:35 pm
Kebijakan dan Program BUPATI DR.MUHAMMAD KASUBA,MA dlm waktu 5 thn ini adalah sangat paling tepat dan menyentuh pd masyarakat. Wahai segenap masyarakat HALSEL seantero,tahu ka anda bahwa DR.MUHAMMAD KASUBA,MA adalah Pemimpin yg a’rif dan bijaksana coba lihat PENDIDIKAN SUDAH GRATIS SAMPAI KE PERGURUAN TINGGI,KESEHATAN JUGA SDH GRATIS TRUS ADA RIBUAN PTT YG DIPEKERJAKAN DISELURUH DESA DI HALSEL,JUGA ADA SANTUNAN KEMATIAN. yang terpenting adlh siapapun BUPATI 2010-2015 Ingat bahwa DR.MUHAMMAD KASUBA,MA adlh Orang Pertama yg tlah melaksanakn program PTT n GRATISAN trzbut..
May 3rd, 2010 @ 8:35 pm
Insya Allah Bapak Bisa Kembali memimpin Kami pada periode 2010-2015…. kami yakin dan percaya bapak akan mampu wujudkan apa yang telah dicita-citakan, akan tetapi bapak perlu melihat kembali orang-orang disekitar bapak yang sesungguhnya tidak memiliki kemampuan menerjemahkan keinginan dan cita-cita bapak yang mulia… ambil tindakan tegas pak, kami rakyatmu senantiasa mendukungmu.
May 23rd, 2010 @ 9:13 pm
pendidikan gratis benar adanya dan memang sangatlah dibutuhkan oleh seluruh manusia… Bukan masyarakat halsel saja. namun dalam pengelolaannya jangan samapai mempengaruhi sisi-sisi lain pembangunan. yang sangat jelas sekali bahwa di setiap sektor pembangunan saling keterkaitan satu dengan yang lainnya. hanya pendidikan saja tidak cukup untuk membangun masyarakat bila sektor lain tidak di indahkan…
May 23rd, 2010 @ 9:22 pm
Saya Bersepakat dengan seluruh kebijakan Bapak Bupati terkait dengan pembangunan di Halmahera selatan, nnamun kami sangat sayangkan responsi Bapak terkait dengan proses pemekaran-pemekaran kabupaten di halmahera selatan terkesan tidak sungguh-sungguh. itu di buktikan dengn Bapak hanya saja mengeluarkan sebuah rekomendasi. Kalau rekomendasi saja tentu Bapak KADES KAWASI pun bisa melakukan itu, yang kami maksud adalah sebuah rekomendasi yang di jabarkan luas. tentu sebuah konseksekwensi rekomendasi tidak hanya sebuah kertas saja tetapi adalah sebuah komitmen penuh di antaranya rekomendasi moral dan penganggaran untuk sebuah perjalanan kepengurusan pemekaran.
Amaoo me torang so tar percaya pa Ngoeee….
July 5th, 2010 @ 5:09 pm
amien..
n terpenting tujuannya jelas yaitu meningkat SDM diHalsel, n bukan tujuan mendapatkan ijazah saja dengan berbondong2 ikut wisudah tanpa ada kuliah demi lonjakan karier.
July 20th, 2010 @ 6:40 pm
pendidikan gratis adalah harga yang tak dapat di tawar-tawar lagi bukan cuma untuk HALSEL tapi seluruh Rakjat Indonesia, Politik yang di mainkan oleh bapak yaitu pendidikan dan kesehatan gratis memang cukup di beri acungan jempol tapi perlu di ingat banyak sektor-sektor lain yang perlu di benahi, buktinya sampai saat ini banyak PTT yang hampir 3 bulan sekali baru terima gaji, dan untuk PNS gaji inisiatifnya suda 3 tahun ini belum di bayar, solusi yang saya tawarkan adalah pertambangan yang ada di halsel perlu di nasinalisasi agar program pendidikan dan kesehatan gratis tidak terkesan menampal celana yang sobek